
Anyer, Banten – Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter dan spiritual peserta didik menjelang akhir masa belajar di sekolah dasar, SD Islam Al Azhar 17 Bintaro menyelenggarakan kegiatan Pesantren Akhlak Mulia bagi seluruh murid kelas 6 yang bertempat di Diklat YPI Al Azhar Anyer, Banten. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 21 Mei hingga Sabtu, 23 Mei 2026, dengan diikuti seluruh murid kelas 6 didampingi oleh guru dan pembimbing.
Kegiatan Pesantren Akhlak Mulia merupakan program yang dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, serta penguatan akhlak mulia sebagai bekal para murid dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Maslu’in, M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 17 Bintaro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk pribadi muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga di masa depan.
Selama tiga hari pelaksanaan, para murid mengikuti berbagai materi keislaman yang disampaikan secara interaktif dan aplikatif. Salah satu materi utama dalam Pesantren Akhlak Mulia adalah hafalan Al-Qur’an. Dalam sesi ini, murid diberikan kesempatan untuk memperkuat hafalan yang telah dimiliki sekaligus meningkatkan kualitas bacaan dan murojaah Al-Qur’an. Kegiatan hafalan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kecintaan murid terhadap kitab suci Al-Qur’an dan membiasakan mereka untuk senantiasa dekat dengan Kalamullah.
Selain hafalan Al-Qur’an, peserta juga mendapatkan materi tentang adab dalam Islam, yang mencakup adab kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, guru, teman, serta lingkungan sekitar. Melalui materi ini, murid diajak memahami bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh akhlak dan perilaku yang baik.
Materi berikutnya adalah pengurusan jenazah, yang memberikan pemahaman kepada murid mengenai salah satu kewajiban umat Islam terhadap sesama muslim. Dalam sesi ini, peserta mempelajari tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Pembelajaran dilakukan melalui penjelasan dan praktik sehingga murid dapat memahami materi dengan lebih baik.
Peserta juga mengikuti pembelajaran manasik haji dan umrah. Materi ini bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah sejak dini. Murid mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah, mulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kecintaan dan kerinduan untuk dapat menunaikan ibadah ke Tanah Suci di masa mendatang.
Untuk melatih ketahanan fisik, kerja sama, serta jiwa kepemimpinan, kegiatan pesantren juga diselingi dengan jelajah alam. Dalam kegiatan ini, murid diajak menyusuri area sekitar lokasi diklat sambil mengikuti berbagai tantangan dan permainan edukatif yang menuntut kekompakan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah. Kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk membangun karakter tangguh sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah SWT.
Selama mengikuti Pesantren Akhlak Mulia, para murid juga dibiasakan untuk menjalankan berbagai aktivitas ibadah secara berjamaah, seperti salat wajib, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa bersama. Kebiasaan-kebiasaan baik tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari setelah kegiatan berakhir.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti acara penutupan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Pada kesempatan tersebut, Kepala SD Islam Al Azhar 17 Bintaro, Ibu Retno Fitriasih, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh murid kelas 6 yang telah mengikuti Pesantren Akhlak Mulia selama tiga hari.
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi semangat, kedisiplinan, dan antusiasme para murid dalam mengikuti setiap kegiatan dan materi yang telah diselenggarakan. Beliau menyampaikan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Pesantren Akhlak Mulia hendaknya tidak berhenti saat kegiatan berakhir, tetapi menjadi bekal yang terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu Retno juga mengajak para murid untuk senantiasa menjaga salat, memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, serta menerapkan akhlak mulia di mana pun berada.
“Anak-anak adalah generasi penerus umat yang diharapkan tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat dan akhlak yang baik. Jadikan pengalaman selama Pesantren Akhlak Mulia ini sebagai langkah untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, dan dekat dengan Allah SWT,” pesan beliau kepada seluruh peserta.
Sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi peserta, pada akhir kegiatan panitia memberikan apresiasi kepada murid-murid yang aktif selama mengikuti Pesantren Akhlak Mulia. Penghargaan diberikan kepada peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi, kedisiplinan, akhlak yang baik, serta keaktifan dalam mengikuti setiap materi dan kegiatan yang diselenggarakan. Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Kegiatan Pesantren Akhlak Mulia Tahun 2026 pun ditutup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pengalaman berharga, pengetahuan keislaman yang lebih mendalam, serta semangat untuk menjadi generasi muslim yang berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Semoga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama kegiatan ini senantiasa melekat dalam diri para murid dan menjadi bekal dalam menggapai kesuksesan dunia dan akhirat. Aamiin yaa Robbal’alamiin.

