

SD Islam Al Azhar 17 Bintaro kembali menghadirkan ruang penguatan sinergi antara sekolah dan orang tua melalui kegiatan Parenting Qur’ani yang diperuntukkan bagi orang tua murid Kelas Khusus Tahfizh. Kegiatan yang dilaksanakan secara online pada Sabtu, 29 Agustus 2026 ini mengangkat tema “Menjaga Hafalan, Menjaga Hati: Peran Orang Tua dalam Mendampingi Ananda Menghafal Al-Qur’an.”
Kegiatan diawali dengan tasmi’ Al-Qur’an oleh ananda Kiya, murid Kelas 4 Khusus Tahfizh yang telah menghafal 7 juz Al-Qur’an. Capaian tersebut merupakan prestasi yang sangat membanggakan karena telah melampaui target hafalan yang ditetapkan bagi siswa Kelas 4. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan lancar dan penuh kesungguhan menjadi pembuka yang menginspirasi sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan indahnya proses menjaga kalam Allah.

Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada ananda Kiya atas ketekunan, kesungguhan, dan semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus menjaga hafalan, meningkatkan kualitas murojaah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih juga disampaikan kepada orang tua ananda Kiya yang senantiasa memberikan pendampingan, motivasi, dan bimbingan dengan penuh kesabaran di rumah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Islam Al Azhar 17 Bintaro, Ibu Retno Fitriasih, M.Pd., serta Ketua Jamiyyah, Ibu Siti Lestari, S.E. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendampingi perjalanan tahfizh ananda.


Menghadirkan Ustadzah Syifa Nur Fadhilah, M.H. sebagai penceramah, kegiatan ini menjadi momentum bagi para orang tua untuk kembali memahami bahwa perjalanan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang menambah jumlah hafalan, tetapi juga tentang menjaga hati, membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menghadirkan pendampingan yang tepat dari lingkungan terdekat anak.
Dalam proses menghafal Al-Qur’an di rumah, orang tua dapat membantu ananda dengan membangun rutinitas yang konsisten dan menyenangkan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menetapkan waktu khusus untuk menghafal dan murojaah, memilih waktu ketika anak berada dalam kondisi tenang dan fokus, mendengarkan bacaan ayat secara berulang, serta membimbing anak menghafal sedikit demi sedikit sesuai kemampuannya.
Orang tua juga dapat mendampingi dengan cara menyimak hafalan secara rutin, memberikan koreksi dengan lembut, mengulang hafalan lama sebelum menambah hafalan baru, serta memberikan apresiasi atas setiap usaha yang dilakukan ananda. Apresiasi tidak selalu berupa hadiah, tetapi juga dapat diberikan melalui pujian, pelukan, doa, dan ungkapan kasih sayang yang membuat anak merasa dihargai dan semakin bersemangat.
Selain itu, menciptakan suasana rumah yang dekat dengan Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam mendukung hafalan ananda. Orang tua dapat memberikan teladan dengan membaca Al-Qur’an, memperdengarkan murattal, mengajak anak memahami makna ayat, serta membiasakan adab-adab terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan menghafal tidak terasa sebagai beban, melainkan menjadi kebiasaan baik yang tumbuh dalam suasana penuh cinta.
Dalam proses menghafal Al-Qur’an, anak membutuhkan lebih dari sekadar target dan evaluasi hafalan. Mereka membutuhkan suasana yang mendukung, keteladanan, kesabaran, dan apresiasi dari orang-orang yang mendampingi perjalanan mereka. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam menjaga semangat ananda agar tetap istiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.



Melalui parenting ini, orang tua diajak untuk melihat proses tahfizh dari sudut pandang yang lebih utuh. Hafalan perlu dijaga, tetapi hati juga perlu dirawat. Pendampingan yang dilakukan dengan kasih sayang dan keteladanan diharapkan dapat membantu anak menjalani proses menghafal Al-Qur’an dengan penuh kesadaran, kegembiraan, dan kecintaan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan pembahasan yang dekat dengan keseharian orang tua dalam mendampingi ananda. Berbagai tantangan dalam menjaga hafalan, membangun kebiasaan murojaah, memberikan motivasi, hingga menciptakan lingkungan rumah yang dekat dengan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam sesi parenting tersebut.
Lebih jauh, kegiatan ini menegaskan bahwa keberhasilan program tahfizh tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Sekolah dan keluarga perlu berjalan bersama, menghadirkan ekosistem pendidikan Qur’ani yang konsisten antara lingkungan belajar di sekolah dan kehidupan ananda di rumah.

Parenting Qur’ani ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para orang tua untuk mendampingi ananda dengan cara yang lebih bijak—bukan hanya mendorong mereka untuk mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan kecintaan, adab, dan kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, pada akhirnya, hafalan yang kuat lahir dari hati yang dekat dengan Al-Qur’an. Dan di balik perjalanan seorang anak dalam menjaga ayat-ayat Allah, ada doa, keteladanan, serta kesabaran orang tua yang senantiasa membersamai.
Melalui sinergi sekolah dan keluarga, SD Islam Al Azhar 17 Bintaro terus berkomitmen menghadirkan generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mencintai, mengamalkan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupannya.


